Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Mei 2017

Etika Atau Moral Peraulan Yang Sehat Disegala Aspek

Dari kuliah UCEO berjudul "Berburu Peluang Usaha", Pak Antonius Tanan menyarankan untuk “Masuk dalam lingkaran pergaulan orang-orang yang memiliki passion yang sama dengan Anda”. Etiket sangat dipengaruhi oleh adat istiadat (tradisi) dimana hal itupun dipengaruhi oleh budaya, kehidupan sosial, keadaan lingkungan, dsb. Jadi etiket setiap daerah tidak akan sama bahkan mungkin akan bertentangan seperti: sikap tangan ketika bersalaman, cara memberi sambutan, sikap tubuh ketika menerima sesuatu.

Etika vs Moral vs Etiket 

Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang artinya watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika berkaitan erat dengan kata moral yang merupakan istilah bahasa latin yaitu mos, dan bentuk jamaknya mores, yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.

Etika dan moral kurang lebih sama pengertiannya. Tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan: moral untuk memberi penilaian terhadap perbuatan yang dilakukan seseorang sedangkan etika untuk pengkajian sistem nilai /adat kebiasaan yang seharusnya berlaku.

Pengertian etika dan etiket juga seringkali dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut mengandung arti yang berbeda meski terdapat persamaan. Persamaannya adalah etika maupun etiket sama-sama berkaitan dengan perilaku manusia secara normatif yang etis. Perbedaannya adalah etiket berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Artinya memberikan pedoman atau norma-norma tertentu sebagaimana seharusnya seseorang melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.

Istilah etiket berasal dari Etiquette (Perancis) yang didapat dari sebutan suatu kartu undangan yang biasanya digunakan semasa raja-raja di Perancis untuk mengadakan pertemuan resmi, pesta pada resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian (tata busana), cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan sikap perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.

Definisi etiket menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan  kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan.

Mengapa etika pergaulan harus diperhatikan?

Ada 3 alasan besar kenapa kita harus memperhatikan etika dalam pergaulan kita sehari-hari. Yang pertama adalah karena manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu. Maka diperlukan sebuah etika sehingga proses ini dapat selalu terjaga.

Yang kedua adalah agar tingkah laku kita dapat selalu diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita. Ada kalanya kita membedakan etika pada teman yang sudah mengenal baik diri kita dengan orang yang baru kita kenal atau etika dengan orang yang kita ingin hormati seperti guru dan orang tua kita. Dengan menerapkan etika ini diharapkan setiap pergaulan kita nanti atau kedepannya dapat selalu disenangi dengan lingkungan tersebut. 

Dan alasan ketiga adalah karena dalam memberikan etika pada lingkungan pergaulan. Teman dan kenalan kita akan melihat pribadi kita sebagai sosok yang terbuka. Tata krama dan tingkah laku sehari-hari Anda akan tercermin dalam etika yang Anda lakukan dalam pergaulan.

Hal mendasar dalam etika pergaulan adalah :

Unsur atau hal dasar yang dapat disebut sebagai sebuah etika adalah memiliki 5 unsur berikut:

Bersikap sopan santun dan ramah

Perhatian terhadap orang lain

Mampu menjaga perasaan orang lain

Toleransi dan rasa ingin membantu

Mampu mengendalikan emosi diri

sedangkan etika yang dapat kita terapkan pada pergaulan atau lingkungan pergaulan kita sehari-hari adalah berikut contohnya:

Pandai menempatkan diri
Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya :
Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita hormati.
Orang yang sebaya harus dihargai
Orang yang lebih muda harus disayangi.
Dimana kita menerapkan Etika Pergaulan ini?

1. Di Sekolah

Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pesuruh Sekolah, Teman dan lain sebagainya.

2. Di Masyarakat

Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di Toko dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.

3. Di Rumah

Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota keluarga, baik orang tua maupun saudara.



Beberapa contoh sopan santun dalam pergaulan :

1. Etika Pergaulan dalam Berbicara

Etika yang baik dalam berbicara yaitu:

Harus menatap lawan bicara.

Suara harus jelas terdengar.

Menggunakan tata bahasa yang baik.

Jangan menggunakan nada suara yang tinggi.

Bias mengimbangi lawan bicara.

Berusaha menyenangkan lawan bicara.

Mampu menciptakan suasana humor.

Memuji lawan bicara.

Mampu menjadi pendengar yang baik.

Dalam berbicara hindari hal-hal sebagai berikut

Membicarakan kejelekan orang lain
Membicarakan hal yang sensitif
Memotong pembicaraan orang
Mendominasi pembicaraan
Banyak membicarakan diri sendiri
2. Etika Pergaulan dalam Berkenalan
(Image: Ricorda,Koko-UCEO)
(IMAGE: RICORDA,KOKO-UCEO)

Ucapkan nama dengan jelas.

Lakukan kontak mata.

Jabat tangan dengan hangat, tidak dingin.

Perkenalkan pria pada wanita, yang muda kepada yang tua atau yang memiliki jabatan.

Pada saat sedang duduk, sebaiknya berdiri sebentar.

Jangan melakukan perkenalan di tempat yang ramai

3. Etika Pergaulan dalam Menelpon

Segera angkat telpon yang berdering

Sebutkan salam dan nama anda.

Bersikaplah dengan hangat

Jangan menerima telpon sambil makan

Bila telpon terputus maka penelpon pertama harus menyambung kembali

Jangan telpon sambil menelpon orang lain

Kendalikan emosi anda pada saat menerima telpon

Ucapkan kata-kata yang jelas jelas, jangan menggumam

Hindari pembicaraan dengan akrab yang berlebihan

Pada akhir pembicaraan ucapkan salam penutup sebagai ucapan terima kasih

4. Etika Pergaulan dalam Menyapa

Bila berjumpa dengan segerombolan kenalan atau teman-teman, hendaknya kita terlebih dahulu menegur atau memberi hormat kepada perempuan tertua dari rombongan itu. Sesudah itu baru pada yang lain,

Ketika menegur atau memberi hormat, jangan menyimpan tangan di saku atau meletakkanya di bagian pinggang, karena akan memberi kesan sombong dan tidak sopan dalam pandangan orang terpelajar.

5. Etika Pergaulan dalam Bertamu

Beritahu lebih dahulu untuk mendapat kepastian apakah tuan rumah ada di tempat dan bersedia dikunjungi.

Tepat waktu untuk memberikan kesan yang baik pada tuan rumah dan menghargai waktu tuan rumah

Masuk, bila sudah dipersilahkan. Bila pintu tidak terkunci, jangan sembarangan masuk. Bila pintu terkunci ketuklah atau bunyikan bel dan bersabar.

Ucapkan salam. Sebagai penghormatan kepada tuan rumah dan tanda bahwa anda telah datang. Demikian juga pada saat hendak pamit.

Ingat waktu. Walaupun tuan rumah sangat ramah dan kelihatannya senang atas kunjungan anda.

Jangan memegang barang. Sebelum mendapatkan ijin dari tuan rumah pujilah tentang barangnya.

Jangan merokok bila belum dipersilakan.

Jaga sikap dan omongan. Jangan sekali-kali mengkritik interior rumahnya, seberantakan apapun.

Situasi rumah. Bila situasi rumah sedang kurang enak atau membutuhkan perhatian tuan rumah, sebaiknya segera pamit.

Jika ada tamu lain. Perkenalkan diri anda pada tamu yang datang lebih dahulu.

6. Etika Pergaulan dalam Berpakaian

Dalam etika pergaulan penampilan seseorang dapat memberikan kesan yang baik atau sebaliknya. Penampilan yang menarik dan memikat merupakan modal untuk dapat meraih sukses dalam pergaulan. Penampilan yang menarik dan memikat dapat diperoleh dangan cara :

Memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri
Memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan
Menjauhkan diri dari rasa minder dan rendah diri
Bersikap wajar, tidak “over atau under confidence
Kepribadian yang baik merupakan pribadi yang :

Disukai banyak orang, dihargai dan dinilai sebagai orang yang menyenangkan dalam pergaulan.

Dianggap sebagai orang yang patut mendapatkan kepercayaan dan penghargaan.

Biasanya adalah orang yang suka melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan, suka menolong dan memberi perhatian terhadap kepentingan orang lain.

Yang sanggup mengasihi orang lain, walaupun orang itu telah menyakiti hatinya, dan mau mengampuni kesalahan orang lain.

Tidak pernah lari dari tanggung jawab dan konsekuen dalam bertindak.

Prinsip Dasar Pergaulan yang Sehat
(Image: Reny,Heidy-UCEO)
(IMAGE: RENY,HEIDY-UCEO)

Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yaitu terlalu sensitif (menutup diri) atau terlalu bebas. Semestinya  lebih di tekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan.

1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan

dan merasa paling benar. Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan manusia lain. Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi manusia paling egois

2. Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak

Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak suka kita rugikan. Dari itulah salah satu dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan sampai kita berpikir untuk merugikan orang lain

3. Saling menghormati dan menghargai

Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati orang lain, maka kita harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai dan menghormati orang lain ini bisa di lakukan dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati pendapat orang lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain, menghargai dan menghormati adat istiadat orang lain, menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain dan sebagainya.

3. Tidak berprasangka buruk

Agama menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain. Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan antara kita dengan orang lain.

4. Saling memahami perbedaan

Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi fisik, psikologis, ras, suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki keunikan tersendiri, karena hal inilah kita harus memahami perbedaan tersebut.

5. Saling memberikan nasihat

Orang bijak berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan yang sehat. Dengan saling memberikan nasehat, kita secara tidak langsung, menjalin hubungan yang lebih sehat bukan hanya untuk dunia saja, tapi juga untuk akhirat kelak.

Dengan memiliki etika pergaulan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka akan tercipta  hubungan yang harmonis dengan orang-orang di lingkungan tempat kita berada.

Sumber: ciputrauceo

Cara Memberikan Pelayanan Prima

Anda perlu mempelajari konsep pelayanan prima. Konsep ini sangat penting terlebih jika Anda adalah orang yang berhadapan dengan customer secara langsung atau disebut sebagai frontliner seperti kasir, waiters, customer service, dan sebagainya.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan pelayanan prima (excellent service) antara lain:

Keputusan pihak pelanggan untuk segera membeli produk yang kita tawarkan pada saat itu juga.

Menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap barang / produk produsen yang bersangkutan.

Mempertahankan pelanggan agar tetap loyal menggunakan produk produsen yang bersangkutan

Dapat menghindarkan terjadinya tuntutan-tuntutan terhadap penjual yang tidak perlu

Pengertian Pelayanan Prima

Secara etimologi, pelayanan bisa diartikan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Pada dasarnya melayani adalah kegiatan yang bersifat tidak berwujud yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani. Karakteristik melayani dinyatakan sebagai berikut:

Sifatnya tidak bisa diraba, berlawanan sifatnya dengan produk barang jadi yang berwujud.

Merupakan tindakan nyata.

Kegiatan produksi dan konsumsi tidak dapat dipisahkan secara nyata.

Di sektor publik ada tiga fungsi pelayanan yang dilakukan pemerintah, yakni: environmental service, development service, dan protective service. Pelayanan oleh pemerintah dibedakan berdasarkan siapa yang menerima layanan tersebut, apakah pihak individu atau pihak kelompok. Kemudian konsep barang layanan terdiri dari barang privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public goods).

Pelayanan prima adalah suatu pola layanan terbaik dalam manajemen modern yang mengutamakan kepedulian terhadap pelanggan. Layanan prima di dalam dunia bisnis disebut juga sebagai excellent service. Excellent service, customer service, dan customer care pada dasarnya adalah sama, hanya berbeda pada konsep pendekatannya saja. Namun yang paling penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, minimal harus ada tiga hal pokok, yakni: peduli pada pelanggan, melayani dengan tindakan terbaik, dan memuaskan pelanggan dengan berorientasi pada standar layanan tertentu. Jadi, keberhasilan program pelayanan prima tergantung pada penyelarasan kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggungjawab dalam pelaksanaannya.

Sederhananya, pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan. Sehingga dalam pelayanan prima terdapat dua elemen penting yang saling berkaitan yaitu pelayanan dan kualitas. Kualitas pelayanan sendiri memiliki beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Namun dari beberapa definisi yang dikemukakan, terdapat beberapa kesamaan, yakni:

Kualitas merupakan usaha untuk memenuhi harapan pelanggan

Kualitas merupakan kondisi mutu yang setiap saat mengalami perubahan

Kualitas mencakup proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan

Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan, yang memenuhi harapan


Menurut Vincent Gespersz, profesor bidang teknik sistem dan manajemen industri, kualitas pelayanan memiliki dimensi-dimensi seperti:

Kecepatan waktu pelayanan

Akurasi / ketepatan pelayanan

Kesopanan dan keramahan pelaku usaha

Tanggung jawab dalam menangani komplain pelanggan

Jumlah petugas yang melayani dan fasilitas pendukung lainnya

Kualitas pelayanan yang berkaitan dengan lokasi pelayanan, ketersediaan informasi, dan petunjuk / panduan lainnya

Kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kenyamanan, fasilitas, dan teknologi, dan lain-lain

Sebagai perbandingan, berikut adalah definisi layanan prima (excellent service) yang diungkapkan oleh para pelaku usaha:

Membuat pelanggan merasa penting

Melayani dengan ramah, tepat, dan cepat

Pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan

Menempatkan pelanggan sebagai mitra

Pelayanan optimal yang menghasilkan kepuasan pelanggan

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh definisi layanan prima (excellent service) pada beberapa bidang usaha:

Pada bidang usaha jasa transportasi angkutan penumpang, mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai pemberian kepuasan optimal pada penumpang dengan memberikan fasilitas yang aman, nyaman, cepat, dan murah.

Di bidang manufaktur mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima sebagai program layanan yang menjamin kualitas produk yang ditawarkan sehingga pelanggannya merasa puas.


Image: Iqbal/ UC
IMAGE: IQBAL/ UC

3. Di bidang delivery mungkin pengusahanya berusaha untuk memberikan pelayanan pengiriman yang cepat dan tepat waktu serta jaminan keamanan kiriman sampai ke tempat yang dituju sebagai layanan primanya.

4. Di bidang kuliner mungkin pengusahanya mendefinisikan layanan prima dengan menjaga mutu dan kesegaran dari bahan makanan yang digunakan, penyajian tepat waktu, dengan kualitas rasa yang memuaskan pelanggannya.

Konsep Dasar Pelayanan Prima (Excellent Service)

1. Kemampuan (Ability)

Kemampuan tertentu yang meliputi kemampuan kerja di bidang kerja yang ditekuni yang dibutuhkan untuk menunjang program layanan prima (excellent service) seperti: melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi, dan menggunakan humas sebagai alat untuk membina hubungan ke dalam dan ke luar oraganisasi / perusahaan.

2. Sikap (Attitude)

Perilaku tertentu yang harus ditonjolkan ketika berhadapan dengan pelanggan

3. Penampilan (Apprearance)

Penampilan fisik ataupun non-fisik yang merefleksikan kredibilitas kepada pelanggan

4. Perhatian (Attention)

Kepedulian penuh terhadap pelanggan, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, maupun memahami saran dan kritiknya

5. Tindakan (Action)

Kegiatan nyata yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan

6. Tanggung jawab (Accountability)

Sikap keberpihakan kepada pelanggan sebagai bentuk kepedulian, untuk meminimalkan ketidakpuasan pelanggan

Jenis-jenis Pelayanan
Image: Sam/UCEO
IMAGE: SAM/UCEO

Pelayanan merupakan suatu proses yang menghasilkan produk berupa pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, yang dibedakan menjadi tiga macam:

Core Service

Pelayanan merupakan produk utama dari sebuah organisasi / perusahaan. Misalnya hotel atau perusahaan penerbangan yang menawarkan jasa sebagai produk usahanya.

Facilitating Service

Fasilitas layanan tambahan kepada pelanggan. Misalnya fasilitas ‘check-in’ dalam penerbangan.

Supporting Service

Pelayanan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau untuk membedakannya dari pesaing. Misalnya restoran bergengsi yang bertempat di suatu hotel.

Pelayanan memiliki berbagai macam bentuk. Namun, apapun bentuknya, pelayanan ditawarkan untuk dikenal dan menarik perhatian pelanggan.

Pentingnya Pelayanan Prima

Pelayanan prima mempunyai peranan penting dalam bisnis baik dari sisi pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, karena sangat berpengaruh pada loyalitas pelanggan kepada organisasi / perusahaan. Demikian juga jika pelayanan prima ini dilakukan oleh pihak non-komersil atau pemerintah.

Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Internal

Pelanggan internal adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produksi barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Seperti semboyan para pelaku bisnis yang menyatakan: “Bila pegawai tidak terpuaskan, Anda tidak akan mempunyai pelanggan yang terpuaskan.” Maka dengan melaksanakan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menunjang kelancaran proses produksi barang atau pembentukan jasa. Keberhasilan pembudayaan pelayanan prima di lingkungan internal, akan menjadi tonggak dasar dalam mewujudkan pelayanan prima di lingkungan eksternal.

Pelayanan Prima Bagi Pelanggan Eksternal

Kebutuhan dan keinginan pelanggan merupakan peluang besar bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui penjualan barang / jasa yang ditawarkan. Memberikan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal diharapkan dapat meningkatkan loyalitas kepada perusahaan.

Begitu juga dengan pelayanan prima di organisasi non-komersil dan instansi pemerintahan, bagaimana mereka mengimplementasikan pola manajemen untuk memfasilitasi kebersamaan, kerjasama, dan upaya-upaya lain yang bisa diwujudkan agar pengurus dan pegawai dapat bekerja sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Pelayanan prima yang diberikan kepada masyarakat  diharapkan akan menimbulkan loyalitas dan kepatuhan dari masyarakat sehingga instansi yang bersangkutan dapat menarik manfaat untuk menyelesaikan misinya.

Karakteristik Pelayanan Prima

Agar pelanggan merasa puas atas produk / jasa yang kita tawarkan, pribadi yang prima ditunjukkan dengan indikator-indikator seperti berikut:

Pelayanan yang ramah

Bersikap sopan dan penuh hormat

Tampil yakin

Memberikan kesan ceria

Berpenampilan rapi

Senang bergaul

Mudah memaafkan

Senang belajar dari orang lain

Senang pada hal-hal yang etis dan wajar

Pandai menyenangkan orang lain

Tujuan dan Manfaat Pelayanan Prima

Tujuan dari pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan dan berfokus hanya pada pemberian layanan kepada pelanggan. Pada sektor publik, pelayanan prima didasarkan pada ‘pelayanan adalah pemberdayaan’. Pelayanan prima yang diberikan oleh sektor bisnis berorientasi pada profit, sedangkan pelayanan prima yang diberikan oleh sektor publik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang terbaik.

Secara lebih luas, keberhasilan pelayanan prima diharapkan berujung pada hasil berikut:

Pelanggan memutuskan untuk langsung membeli produk / jasa yang kita tawarkan pada saat itu juga

Menciptakan kepercayaan pelanggan atas produk / jasa yang kita tawarkan

Pelanggan tetap setia menggunakan produk / jasa kita

Pelanggan membeli kembali produk / jasa kita

Menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan atau komplain yang tidak perlu dari pelanggan

Harapan Pelanggan akan Pelayanan Prima
Image: Heidy/UCEO
IMAGE: HEIDY/UCEO

Menurut survei yang dilakukan, orang-orang menyatakan bahwa memperoleh kepuasan dan pengorbanan yang sebanding merupakan hal yang diharapkan dari para pelanggan. Perusahaan / organisasi memberikan layanan kepada pelanggan internal yaitu para pegawainya. Kemudian para pelanggan internal memberikan pelayanan kepada pelanggan eksternal melalui barang atau jasa yang diproduksinya. Untuk itu perusahaan / organisasi perlu memenuhi dulu harapan para pelanggan internalnya baru kemudian mendapatkan tunjungan untuk memenuhi harapan para pelanggan eksternal.

Bagi pelanggan internal, jasa berupa tenaga dan keterampilan merupakan pengorbanan yang dilakukannya secara langsung maupun tidak langsung untuk perusahaan / organisasi tempatnya bekerja. Sedangkan kepuasan bagi pelanggan internal bisa berupa imbalan yang diterima atas pengorbanan yang dilakukannya itu, atau bisa juga berupa kesenangan dan kenyamanan dalam suasana berkerja yang didapat di tempat atau lingkungan tempat kerjanya.

Bagi pelanggan eksternal, harga / biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa merupakan pengorbanan yang dilakukannya untuk sebuah perusahaan / organisasi yang memproduksi barang atau jasa tersebut. Sedangkan kepuasan akan diperoleh bila adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang diperoleh, yang dicerminkan dari mutu kualitas barang atau jasa yang diterimanya dari pihak yang memperoduksi barang atau jasa tersebut.

Singkatnya pelanggan mengharapkan beberapa hal berikut setelah diterapkannya pelayanan prima:

Meningkatnya kualitas barang / jasa (better)

Semakin cepat pelayanan yang diterima (faster)

Adanya pembaruan dari produk / jasa yang ditawarkan (newer)

Harga yang semakin murah (cheaper)

Fasilitas yang semakin mudah / sederhana (more simple)

Sumber: ciputrauceo

Arti Konsumsi Menurut Para Ahli Terkemuka

Pada dasarnya, kebanyakan orang beranggapan bahwa konsumsi dan pengeluaran adalah faktor utama yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Namun anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat, karena yang lebih berperan dalam pertumbuhan ekonomi sebenarnya adalah saving dan produksi. Hal ini dapat dijelaskan melalui perumpamaan bahwa jika Anda hanya melakukan kegiatan konsumsi yaitu membeli barang-barang seperti rumah, mobil, dan berbelanja, maka Anda hanya akan menambah jumlah tagihan kartu kredit, dan beban pembayaran. Keadaan ini akan berbanding terbalik apabila Anda melakukan penghematan uang dengan cara menyimpannya dan menggunakannya sebagai modal untuk membuka suatu usaha atau bisnis. Dengan usaha atau bisnis yang dijalankan, secara otomatis Anda telah melakukan kegiatan produksi selain hanya melakukan konsumsi. Maka dari itu, setiap konsumsi seharusnya dibarengi dengan produksi, dan akan lebih baik apabila memperbanyak jumlah produksi jika dibandingkan dengan jumlah konsumsi. Produksi yang dihasilkan secara terus menerus akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi. Namun pada kenyataannya, kegiatan konsumsi umum banyak dilakukan oleh orang namun tanpa diimbangi dengan kegiatan produksi. Dengan kata lain orang hanya terbiasa spend tanpa produce.

Hal-hal yang termasuk ke dalam kategori konsumsi sangat beragam. Salah satunya adalah kegiatan membeli segala bentuk produk dan jasa. Namun sebagian besar masyarakat umumnya menganggap konsumsi hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Padahal pada kenyataannya, kegiatan konsumsi tersebut dapat dijelaskan dengan sangat luas. Kegiatan konsumsi tentunya tidak terlepas dari kaitannya dengan masyarakat. Karena seseorang pasti melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan konsumsi merupakan tindakan pemakaian barang-barang hasil produksi meliputi pakaian, makanan, rumah, mobil, dan lain sebagainya. Seseorang pasti melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan konsumsi dan pembelian suatu barang atau jasa.

Perbedaan Konsumsi, Konsumen dan Konsumtif

Berikut ini akan dijelaskan ketiga perbedaan mengenai cakupan konsumsi yang berkaitan, yaitu perbedaan antara konsumsi, konsumen, dan konsumtif.

Konsumsi adalah segala kegiatan yang dipergunakan dengan tujuan untuk mengambil kegunaan pada suatu produk dan jasa. Produk dan jasa ini dapat berupa barang atau benda, serta sebuah jenis jasa atau pelayanan. Kegiatan konsumsi ini dimaksudkan untuk memenuhi semua kebutuhan yang bersifat penting atau bahkan hanya bersifat kesenangan dan kepuasan dalam waktu seketika. Barang konsumsi adalah barang-barang yang diproduksi dengan tujuan untuk dipergunakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan konsumsi ini tercipta karena adanya seseorang yang melakukan proses produksi atau memproduksi. Begitu pula sebaliknya, kegiatan produksi ada karena seseorang yang melakukan kegiatan konsumsi atas produk tersebut.

Konsumen adalah seseorang atau pelaku yang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumen biasanya melakukan kegiatan pembelian terhadap barang-barang maupun jasa. Konsumen ini tidak terbatas pada jenis kelamin, umur, dan bahkan status sosial. Semua orang yang memiliki uang dan kemampuan untuk membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka orang tersebut disebut sebagai konsumen. Selain membeli, konsumen juga merupakan seseorang yang memakai atau menggunakan barang-barang hasil produksi. Konsumen memiliki hak-hak istimewa sebagai pembeli, yaitu karena konsumen memiliki kuasa atas uang yang akan dibelanjakannya, maka konsumen sering disebut sebagai ‘raja’. Konsumen mampu membeli dan memakai barang-barang konsumsi bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Konsumtif adalah suatu sifat seseorang atau seorang konsumen yang gemar membelanjakan uangnya untuk barang-barang konsumsi. Sifat konsumtif ini kadang dinilai merugikan, karena seseorang membeli suatu barang bukan berdasarkan keperluan, namun hanya untuk kesenangan maupun karena iming-iming diskon yang besar terhadap suatu barang. Konsumen ini tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk melihat, menilai dan mempertimbangkan untuk membeli suatu barang. Melainkan langsung membeli tanpa memikirkan manfaat barang tersebut di masa depan. Kegiatan konsumtif ini adalah kegiatan konsumsi dan pemakaian barang yang berlebihan dan tidak baik apabila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang atau berkelanjutan. Karena sifat konsumtif manusia akan mengakibatkan sifat ketergantungan, dan sifat tersebut akan sangat sulit untuk dihilangkan serta menimbulkan efek yang negatif.

Pengertian Konsumsi secara Luas
Pengertian Konsumsi 2
Secara luas, definisi konsumsi mengambil istilah dari dua bahasa yang berbeda, yaitu Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris. Dalam istilah dari Bahasa Belanda, konsumsi berasal dari kata consumptie yaitu segala kegiatan yang dipergunakan dengan tujuan untuk mengambil kegunaan pada suatu produk dan jasa. Sedangkan dari Bahasa Inggris, konsumsi berasal dari kata consumption yang berarti pemakaian, menggunakan, pemanfaatan, dan atau pengeluaran. Seperti yang diketahui, cakupan konsumsi ini sangat luas dan tidak terbatas hanya pada satu benda maupun jasa tertentu.

Teori Konsumsi menurut Ahli dalam Ekonomi Makro

Jika dijabarkan kedalam penjelasan ekonomi makro, maka konsumsi dapat diartikan sebagai variabel makro ekonomi yang dilambangkan dengan huruf “C” yaitu singkatan dari consumption. Consumption disini dikategorikan ke dalam klasifikasi konsumen rumah tangga, yaitu pembelanjaan barang atau jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan atau melakukan pembelian berdasarkan pendapatan yang dimiliki atau diperoleh. Ketika kegiatan konsumsi itu tidak menghabiskan seluruh pendapatan yang dihasilkan, maka sisa uang yang dimiliki disebut sebagai tabungan. Tabungan ini dilambangkan dengan huruf “S” yaitu singkatan dari kata saving dalam Bahasa Inggris. Jika dilihat dalam perhitungan makro, maka perhitungan dari penjumlahan seluruh pengeluaran-pengeluaran belanja dan konsumsi masing-masing rumah tangga dalam cakupan satu negara disebut sebagai pengeluaran konsumsi masyarakat suatu negara.

Mengapa analisis makro ekonomi menghitung berdasarkan perhitungan belanja konsumsi rumah tangga? Terdapat beberapa alasan mengapa menggunakan perhitungan belanja konsumsi rumah tangga, yaitu alasan pertama adalah karena konsumsi rumah tangga telah memberikan pemasukan yang besar untuk pendapatan suatu negara. Alasan yang kedua adalah pertimbangan bahwa besarnya pengeluaran untuk konsumsi berbanding lurus dengan besarnya pendapatan yang diperoleh. Sehingga semakin besar pendapatan yang dimiliki, maka semakin besar pula jumlah pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh suatu rumah tangga. Hal inilah yang mempengaruhi besaran fluktuasi kegiatan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu.

Pengertian Konsumsi dari John Maynard Keynes
John-Maynard-Keynes.jpg
Teori konsumsi Keynes mengedepankan tentang analisis perhitungan statistik, serta membuat hipotesa berdasarkan observasi kasual. Keynes menganggap perhitungan fluktuasi ekonomi negara dapat dihitung berdasarkan besarnya konsumsi dan pendapatan belanja rumah tangga. Pada pengeluaran rumah tangga, selalu terdapat pengeluaran untuk konsumsi walaupun tidak memiliki pendapatan. Hal ini disebut sebagai pengeluaran konsumsi otonomus atau autonomus consumption.

Keynes memiliki teori konsumsi absolut yang disebut sebagai Teori Konsumsi Keynes (absolut income hypothesis). Keynes berpendapat bahwa besarnya konsumsi rumah tangga, tergantung dari pendapatan yang dihasilkan. Perbandingan antara besar nya konsumsi dan pendapatan disebut Keynes sebagai Marginal Propensity to Consume (MPC). MPC ini digunakan untuk mengukur bahwa semakin besar pendapatan yang dimiliki, maka tingkat konsumsi rumah tangga juga tinggi, dan begitu pula sebaliknya.

Untuk menjelaskan teori Keynes tersebut, maka perlu dibuat rancangan perhitungan pendapatan dan konsumsi melalui Teori Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Absolut. Teori tersebut menyatakan bahwa jumlah pengeluaran konsumsi berkaitan erat dengan pendapatan negara yaitu dapat mempengaruhi fluktuasi perekonomian negara, dimana hal tersebut dapat diukur berdasarkan harga konstan.

Fungsi Konsumsi Keynes adalah C = Co =cYd. Dimana Co adalah konsumsi otonom (The Autonomus Consumption). Dan Yd adalah pendapatan yang bisa digunakan untuk konsumsi. Rumus Yd adalah Y - Tx + Tr. Dimana Tx adalah pajak, dan Tr adalah subsidi atau transfer. Dari rumus tersebut dapat diperoleh rata-rata konsumsi atau Average Propensity to Consume (APC) yaitu perbandingan jumlah konsumsi dibandingkan dengan pendapatan. Kemudian jika terjadi perubahan yaitu tambahan pendapatan sehingga menambah jumlah konsumsi, maka dapat dihitung dengan Marginal Propensity to Consume atau perubahan konsumsi yang terjadi karena pendapatan yang meningkat.

Pengertian Konsumsi dari Hipotesis Franco Modigliani
pengertian konsumsi 4
Teori Konsumsi Modigliani beranggapan bahwa besarnya konsumsi, tidak harus tergantung berdasarkan dari pendapatan. Karena pada dasarnya pendapatan itu sendiri sangat bervariasi, yaitu ketika seseorang dapat tetap mengatur pendapatannya dari tabungan ketika pendapatan sedang rendah, tinggi, maupun tidak ada pendapatan misal karena pensiun yang telah dibayarkan dimuka, dan lain sebagainya. Teori konsumsi Modigliani ini disebut sebagai Hipotesis Daur Hidup (Life Cycle Hypothesis). Teori ini menjelaskan bahwa besarnya konsumsi tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, namun juga berdasarkan jumlah kekayaan yang dimiliki, dimana kekayaan ini dapat dihasilkan melalui tabungan, investasi, penyisihan pendapatan, warisan, dan lain sebagainya.

Pengertian Konsumsi dalam James Dusenberry
Pengertian Konsumsi 5
Teori konsumsi Dusenberry mengemukakan bahwa jumlah konsumsi seseorang dan masyarakat tergantung dari besarnya pendapatan tertinggi yang pernah dimiliki atau dicapai oleh seseorang atau masyarakat tersebut.  Teori Dusenberry tersebut berdasarkan pada dua asumsi yaitu interdependen dan irreversibel.

Interdependen adalah besar konsumsi seseorang yang dipengaruhi oleh besarnya konsumsi orang lain. Yaitu misalnya seseorang dengan tingkat pengeluaran konsumsi yang sederhana, namun tinggal di lingkungan masyarakat dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Maka hal tersebut akan mempengaruhi pola hidup dan tingkat konsumsi seseorang yang pada awalnya hanya memiliki tingkat konsumsi yang rendah menjadi tingkat konsumsi yang tinggi.

Irreversibel adalah tingkat pengeluaran konsumsi yang menyesuaikan dengan jumlah pendapatan yang dimiliki. Yaitu misalnya ketika seseorang memiliki pendapatan yang tinggi, maka tingkat pengeluran konsumsinya pun menjadi tinggi atau besar. Namun ketika seseorang mengalami penurunan pendapatan, maka tingkat pengeluaran konsumsi nya pun menjadi rendah atau ikut menurun.

Teori Konsumsi dari Herman Heinrich Gossen
Pengertian Konsumsi 6
Menurut Gossen, terdapat dua asumsi yang mendasari seseorang untuk melakukan konsumsi, yaitu konsumsi vertikal dan konsumsi horizontal. Pada asumsi ini, konsumsi diartikan sebagai kebutuhan. Asumsi konsumsi vertikal adalah ketika seseorang memprioritaskan pemenuhan suatu kebutuhan pada level tertinggi sehingga ketika hal itu tercapai, maka akan menimbulkan kepuasan yang tinggi pula. Hal ini berakibat kurangnya perhatian pada kebutuhan yang lain sehingga kebutuhan yang lain akan dianggap tingkat kepuasannya rendah.

Asumsi konsumsi horizontal adalah ketika seseorang memperhatikan semua kebutuhannya secara sama penting dan merata dengan memperhatikan sekaligus banyak kebutuhan. Sehingga seseorang tersebut berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya dan berusaha memperoleh tingkat kepuasan yang sama rata dengan semua jenis pemenuhan kebutuhan tersebut.

Kedua asumsi tersebut dapat melahirkan fungsi dan variable konsumsi dalam ekonomi. Hal ini dapat dijelaskan melalui contoh. Untuk konsumsi vertikal, misalnya ketika Anda makan satu ayam goreng, akan terasa enak. Namun ketika Anda memakan ayam goreng kedua, Anda akan kehilangan perasaan yang sama seperti ketika memakan ayam goreng yang pertama. Dan ketika Anda memakan ayam goreng ketiga, Anda sudah tidak merasakan sama sekali rasa enak memakan ayam, bahkan justru bosan dan tidak mendapat kesenangan apapun. Hal ini sesuai dengan hukum Gossen I yang berbunyi “Jika pemenuhan satu kebutuhan dilakukan secara terus menerus, tingkat kenikmatan atas pemenuhan itu semakin lama akan semakin berkurang hingga akhirnya mencapai titik kepuasan tertentu”.

Contoh fungsi dan variable konsumsi horizontal adalah ketika Anda memiliki uang Rp 100.000 yang akan digunakan untuk berbelanja kebutuhan memasak, maka Anda akan mengalokasikan pembagian uang tersebut secara cukup dan merata untuk memenuhi bahan-bahan yang Anda perlukan untuk memasak suatu menu tertentu. Hal ini sesuai dengan hukum Gossen II yang berbunyi “Pada dasarnya, manusia cenderung memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas / kepuasaan yang sama”.

Pengertian Konsumsi menurut Irving Fisher
Pengertian Konsumsi
Teori konsumsi menurut Fisher adalah pertimbangan yang dilakukan seseorang untuk melakukan konsumsi berdasarkan kondisi pada saat ini dan kondisi pada saat yang akan datang. Dimana kedua kondisi tersebut akan menentukan jumlah berapa banyak pendapatan yang akan ditabung, serta berapa banyak pendapatan yang akan dikeluarkan atau dihabiskan untuk keperluan konsumsi. Contohnya adalah jika pada saat ini seseorang melakukan konsumsi dengan skala yang cukup besar, maka pada masa mendatang tingkat konsumsi seseorang tersebut otomatis akan semakin kecil dan sedikit, dan begitu pula sebaliknya.

Pengertian Konsumsi menurut Milton Friedman
Pengertian Konsumsi 8
Teori konsumsi dari Friedman beranggapan bahwa jumlah konsumsi seseorang bergantung dari pendapatan permanen seseorang tersebut. Dan teori Friedman ini dapat dijelaskan dan dijabarkan ke dalam suatu rumus yaitu Y = Yp + Yt dan C = α . Yp

Yaitu dimana Y adalah pendapatan disposable, Yp adalah pendapatan permanen, Yt adalah pendapatan transistori, dan α adalah kosntanta.

Ciri-Ciri Barang Konsumsi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, barang-barang konsumsi adalah barang-barang yang diperlukan untuk pemenuhan kehidupan agar mencapai tingkat kepuasan yang diinginkan. Untuk mengkategorisasikan barang-barang kebutuhan yang termasuk ke dalam barang-barang konsumsi, berikut akan dijelaskan bagaimana ciri-cirinya. Hal-hal tersebut perlu untuk diketahui agar Anda dapat mengklasifikasikan daftar kebutuhan dan konsumsi Anda secara tepat. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah :

Benda-benda yang dikonsumsi adalah benda ekonomi atau benda yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Yaitu misalnya seperti kegiatan menghirup udara, berjemur pada sinar matahari pagi, dan mandi di sungai, bukanlah termasuk kegiatan konsumsi karena benda itu didapat secara gratis.

Benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penggunaan gergaji, cangkul, mesin-mesin, dan barang-barang modal lainnya yang bertujuan menambah faedah benda, tidak dikategorikan ke dalam kegiatan konsumsi. Namun kegiatan tersebut termasuk ke dalam kegiatan produksi.

Manfaat, nilai, ataupun volume benda-benda yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsur-angsur.

Tujuan Konsumsi
(Image: Sam/UCEO)
(IMAGE: SAM/UCEO)

Seseorang melakukan kegiatan konsumsi biasanya memiliki beberapa tujuan berikut :

a. Mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap.

Hal-hal yang termasuk ke dalam klasifikasi mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap adalah misalnya penggunaan barang yang tidak habis dalam jangka waktu singkat. Yaitu seperti mobil, motor, pakaian, furniture rumah tangga seperti meja, kursi, lemari, dan sebagainya. Untuk mengurangi nilai guna barang-barang tersebut memerlukan waktu yang cukup lama dan bertahap.

b. Menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang sekaligus.

Hal-hal yang termasuk ke dalam klasifikasi mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara sekaligus adalah barang-barang yang habis pakai atau tidak barang-brang yang tidak dapat bertahan lama. Yaitu seperti makanan dan minuman. Karena jika tidak dihabiskan dalam waktu sekaligus, maka bahan-bahan tersebut akan rusak, basi, dan kadaluwarsa sehingga tidak memiliki nilai guna lagi.

c. Memuaskan kebutuhan jasmani dan rohani

Hal-hal yang termasuk ke dalam konsumsi ini adalah seperti contohnya perjalanan haji dan umroh bagi umat muslim ke Negara Arab Saudi. Hal seperti ini akan menimbulkan kepuasan batin dan rohani bagi seseorang yang ingin melakukannya. Tentu saja untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan biaya perjalanan, biaya pendaftaran, dan lain sebagainya. Namun jika seseorang telah memiliki niat kuat, maka hal tersebut tidak akan menjadi suatu masalah yang besar.

Pola Konsumsi

Pola konsumsi merupakan suatu susunan akan kebutuhan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan dikonsumsi dan tergantung berdasarkan pendapatan dalam jangka waktu tertentu. Perlu diketahui bahwa pola konsumsi seseorang berbeda dengan orang yang lainnya. Hal ini tergantung dari besarnya pendapatan seseorang tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya. Seseorang juga akan menyusun kebutuhan konsumsinya berdasarkan prioritas yang pokok kemudian sekunder. Seperti misalnya kebutuhan pokok adalah kebutuhan untuk makan, pendidikan, dan kesehatan. Sedangkan yang termasuk ke dalam kebutuhan sekunder adalah hiburan dan rekreasi. Sehingga ketika pendapatan seseorang tersebut mengalami penurunan, maka orang tersebut akan memangkas kebutuhan sekunder nya kemudian memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pokok terlebih dahulu. Hal ini akan menekan kebiasaan melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Karena pada dasarnya perilaku konsumtif akan menimbulkan efek negatif yang tidak baik bagi tingkat perekonomian seseorang. Maka dari itu, seseorang harus menerapkan pola konsumsi yang rasional dalam pemenuhan kebutuhannya.

Selain itu, besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut ini :

Pendapatan

Perkiraan harga di masa mendatang

Harga barang yang bersangkutan

Barang substitusi dan komplementer

Iklan

Ketersediaan barang dan jasa

Selera

Mode

Jumlah keluarga

Lingkungan sosial budaya

Sumber: ciputrauceo

Contoh Segmentasi Pasar Besar

Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar.

Segmentasi pasar menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong adalah pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda. Segmentasi pasar dapat dimaksudkan sebagai pembagian pasar yang berbeda-beda (heterogen) menjadi kelompok-kelompok pasar yang homogen, di mana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan, ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar tersebut.

Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:

Dapat diukur (measurable)

Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.

Dapat dijangkau (accessible)

Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.

Cukup besar (substantial)

Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat dilayani. Suatu segmen merupakan kelompok homogen yang cukup bernilai untuk dilayani oleh progam pemasaran yang sesuai.

Dapat dibedakan (differentiable)

Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

Dapat dilaksanakan (actionable)

Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Segmentasi Pasar

Begitu luasnya karakteristik yang terdapat di pasar, maka segmentasi pasar perlu dilakukan, berikut adalah manfaat dan tujuan secara lebih detail:

1. Pasar lebih mudah dibedakan

Sangat sulit bagi perusahaan untuk terus-menerus mengikuti selera konsumen yang selalu berkembang di keadaan pasar yang heterogen. Oleh karenanya perusahaan cenderung mencari kelompok konsumen yang sifatnya homogen agar lebih mudah untuk memahami selera konsumen, agar produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga produk yang dibuat pun dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

2. Pelayanan lebih baik

Ada empat hal penting yang diinginkan oleh konsumen dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu kualitas, harga, pelayanan, dan ketepatan waktu. Namun dari keempat hal penting itu, pelayanan merupakan hal yang paling dominan. Sedang harga dan kualitas seringkali menjadi nomor dua dibanding pelayanan. Oleh karena itu segmentasi pasar harus dilakukan agar bisa memberikan pelayanan yang mengarah dan tepat kepada pasarnya.

3. Strategi pemasaran lebih terarah

Dengan melayani pasar yang sifatnya homogen, maka dalam merencanakan strategi pemasaran, penyusunan bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga, distribusi, dan promosinya dapat lebih terarah dan lebih tajam.

4. Menemukan peluang baru

Perusahaan yang memiliki pemahaman atas segmen pasar yang baik tentunya akan sampai pada titik di mana ia menemukan peluang, meski peluang yang ditemukan tidak selalu besar.

5. Faktor penentu desain

Dengan adanya pemahaman terhadap kebutuhan segmen-segmen pasar, maka pemasar dapat mendesain produk sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut dan desain yang dibuat pun lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.

6. Strategi komunikasi lebih efektif

Komunikasi bisa menjadi efektif apabila komunikator tahu persis siapa komunikan yang diajak berkomunikasi olehnya; apa kesukaan, kebiasaan, latar belakang, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan sebagai komunikator akan berkomunikasi dengan cara yang berbeda-beda dan melalui media yang berbeda pula yang disesuaikan kepada segmen pasar yang ditergetnya.

7. Melihat kompetitor dengan segmen yang sama

Dengan mengetahui siapa yang menjadi segmen bagi sebuah perusahaan, tentunya perusahaan itu juga bisa melihat apabila ada perusahaan-perusahaan lain (perusahaan kompetitor) yang menawarkan produk / jasa yang sama, yang juga menargetkan segmen pasar yang sama dengan yang ditargetnya, dan kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan-perusahaan kompetitor itu untuk merebut perhatian pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan segmen pasar tersebut.

8. Evaluasi target dan rencana bisnis

Setelah mengetahui siapa dan bagaimana karakteristik segmen pasar yang ditarget, maka perusahaan bisa melakukan evaluasi atas efektif tidaknya kegiatan pemasaran yang sudah dilakukan selama periode tertentu, apakah sudah sesuai dengan karakteristik pasar yang ditargetnya, dan juga perusahaan bisa mempelajari apa yang lebih dan kurang dari strategi yang sudah berjalan, untuk dibuat perencanaan bisnis selanjutnya di depan.

Prosedur melakukan Segmentasi Pasar

Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni:

1. Tahap Survey

Pada tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan pemahaman terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen. Wawancara bisa dalam bentuk kuesioner, di mana data kuesioner yang terkumpul bisa dijadikan informasi atas atribut-atribut yang dibutuhkan.

2. Tahap Analisis

Di tahap ini, data yang mengandung variabel-variabel berkorelasi tinggi dibuang, kemudian dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda.

3. Tahap Pembentukan

Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.

Jenis-jenis Segmentasi Pasar

Dalam pengadaan segmentasi pasar, maka pembagiannya dibagi berdasarkan sembilan kategori:

1. Segmentasi Pasar berdasarkan Geografi

Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah, kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi target operasi perusahaan.

2. Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi

Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan.

3. Segmentasi Pasar berdasarkan Psikografi

Segmentasi psikografi menelaah bagaimana konsumen dengan segmen demografi tertentu merespon suatu stimuli pemasaran.

4. Segmentasi Pasar berdasarkan Sociocultural

Sebagai dasar lebih lanjut untuk segmentasi pasar, segmentasi sosiokultural yang memiliki variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) dibagi dalam segmen yang sesuai tahap pada:

Daur hidup keluarga
Kelas sosial
Budaya dan sub budaya
Lintas budaya atau segmentasi pemasaran global
5. Segmentasi Pasar berdasarkan hubungan secara ekstrim

Merupakan bentuk efektif segmentasi bagi penggunaan merek, seperti:

Tingkat penggunaan: beda segmentasi terletak pada pengguna berat, pengguna sedang, dan pengguna ringan. Bukan pengguna sebuah produk, jasa, atau merek khusus.
Tingkat kesadaran: kesadaran konsumen pada produk, kesiapan membeli produk, atau apakah konsumen membutuhkan informasi tentang produk tersebut.
Loyalitas merek: Loyalitas konsumen pada merek dijadikan perusahaan sebagai identifikasi karakteristik konsumen di mana mereka bisa langsung menjadi pendukung promosi ke orang dengan karakteristik yang sama namun dengan populasi yang lebih besar.
6. Segmentasi berdasarkan situasi penggunaan

Kesempatan atau situasi bisa menentukan apakah konsumen akan membeli atau mengkonsumsi. Segmentasi ini dibuat untuk membantu perusahaan memperluas penggunaan produk.

7. Segmentasi berdasarkan benefit

Bentuk segmentasi yang mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan menfaat berbeda yang mereka cari dari produk merupakan bentuk segmentasi yang kuat. Sebuah studi yang melakukan pengujian apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer, teridentifikasi lima keuntungan strategic brand, yaitu:

Fungsional (contoh kualitas)
Nilai uang
Manfaat sosial
Manfaat emosi positif
Manfaat emosi negatif
8. Segmentasi hybrid

Segmen ini dibentuk berdasarkan kombinasi beberapa variabel segmen yang membentuk sebuah segmen tunggal. Sebagai contoh segmen geodemografis, sangat berguna untuk menemukan prospek terbaik bagi seorang pengiklan atau pemasar dalam menemukan kepribadian, tujuan, dan ketertarikan dan diisolasikan di mana mereka hidup.

9. Segmentasi Pasar berdasar Tingkah Laku

Segmentasi ini dikelompokkan berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau reaksi pembeli terhadap suatu produk.

Contoh Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar Aqua

Di segmentasi geografisnya, Aqua menujukan semua pasar yang ada di wilayah Indonesia. Tidak hanya di perkotaan, tapi kita juga bisa menemukan produk Aqua di pinggiran kota, bahkan pedesaan.

Secara demografis, Aqua menargetkan orang-orang di semua kalangan dan jenis kelamin. Produk Aqua diproduksi untuk semua kalangan dan untuk dikonsumsi siapa saja.

Secara psikografis, Aqua ditujukan untuk kalangan kelas sosial menengah. Tapi bisa juga untuk kelas kalangan bawah mengingat ada harga kemasan yang bisa dijangkau kelas kalangan bawah dengan harga pasar Rp 500,- dan Rp 3000,- Selain itu Aqua diperuntukkan bagi orang-orang dengan gaya hidup praktis dan sehat dengan kemasan yang mudah didapat dan dibawa, sehingga Aqua cocok bagi orang aktif dengan mobilitas yang tinggi.

Segmentasi pasar Coca-cola

Secara geografis, Coca-cola menjual produk minuman tertentu yang hanya ada di Jepang, yaitu Sokembicha (non-karbonat, ginseng, dan teh), Lactia (fermentasi susu).

Pada segi segmentasi psikografi, Coca-cola memiliki jenis varian yang berbeda; Coca-cola Zero yang diproduksi tanpa gula yang rendah kalori, diperuntukkan bagi konsumen dengan gaya hidup sehat.

Coca-cola juga membagi segmentasi pasarnya ke dalam segmentasi demografis, yaitu remaja baik itu laki-laki maupun perempuan dengan usia 15-21 tahun.

Segmentasi pasar Samsung Galaxy Young

Sesuai dengan namanya, Samsung Galaxy Young ditujukan bagi mereka yang berjiwa muda, khususnya pelajar dan mahasiswa. Didukung dengan desain yang tipis dan pilihan warna yang cukup banyak, ponsel ini ditujukan bukan hanya untuk kaum wanita saja, tapi juga untuk kaum laki-laki. Dengan dilengkapi kamera sebesar 2MP ponsel ini mengincar mereka yang senang berfoto. Selain itu browser HTML dan jaringan 3G network dan datanya diciptakan agar pengguna bisa terus up-to-date dengan dunia internet yang terus membooming dan tidak ketinggalan berita. Dan dari harganya yang hanya satu jutaan, secara demografis, ponsel ini mengincar pasar kelas menengah ke bawah. Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi kelas di atasnya karena desainnya yang mewah.

Pada segi geografis, produk Samsung ini sudah di seluruh Indonesia dan juga di beberapa berkembang lainnya sepeti Malaysia, Singapura, India, dan negara lainnya.

Secara psikografis, ponsel ini ditujukan bagi orang-orang yang selalu ingin terhubung dengan internet dengan kecepatan tinggi, gemar berfoto dan multimedia, juga untuk kebutuhan kerja karena dapat membuka file dokumen.

Segmentasi pasar Honda Beat

Honda Beat merupakan jenis kendaraan bertipe skuter otomatis, berada di harga Rp 12,5 juta. Secara demografis, Honda Beat menargetkan pelajar dan mahasiswa sebagai segmen pasarnya. Secara psikografis, Honda Beat ditujukan untuk anak muda yang senang kenyamanan dan praktis, serta bergaya hidup trendi dan modern. Dan secara geografis, Honda Beat yang berada pada segmen 110 CC memiliki konsentrasi pemasaran di kota-kota besar di Indonesia dan di daerah-daerah, di mana di daerah perkotaan cenderung menggunakan velg racing dan sedangkan di daerah cenderung menggunakan velg jari-jari.

Sumber: ciputrauceo

Cara Membuat Proposal Kewirausahaan Dengan Mudah

Proposal adalah suatu usulan atau rencana kerja yang disusun dalam bentuk yang terperinci dan sistematis untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan dari pihak lain. Biasanya berupa tulisan yang menjelaskan dengan detail baik dari unsur internal maupun eksternal sebuah usaha baru yang akan dikembangkan oleh penggiat usaha. Sedangkan kewirausahaan sendiri berasal dari kata wira dan usaha, di mana kata wira artinya adalah pahlawan atau pejuang, dan usaha artinya adalah sikap, perbuatan atas sesuatu. Kewirausahaan bisa diartikan sebagai suatu kemampuan untuk meciptakan nilai yang baru atau unik atas sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain. Proposal wirausaha adalah suatu perencanaan atau profile usaha yang akan dikembangkan oleh seorang pengusaha.

Kegunaan Proposal Kewirausahaan

Sebagai pedoman pelaksanaan program usaha
Sebagai alat untuk menentukan kelayakan kegiatan usaha
Sebagai alat untuk analisa dan evaluasi keuangan
Sebagai alat untuk analisa resiko dan kompetitor
Sebagai bahan pengajuan dana wirausaha
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
Image: Sam (UCEO)
IMAGE: SAM (UCEO)

Sejak tahun 2009, pemerintah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha yang dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta. Program yang memfasilitasi mahasiswa dengan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan serta keberlanjutan usaha ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan serta menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis iptek kepada mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, serta menjadi pengusaha yang tangguh dalam menghadapi persingan global. Sebagai hasil akhirnya, diharapkan berkurangnya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi.

Untuk mendapatkan permodalan dalam rangka pendirian usaha baru, mahasiswa harus menyusun rencana bisnis yang layak, yang tingkat kelayakannya itu nantinya akan ditentukan oleh tim seleksi yang terdiri dari unsur perbankan, UKM, dan perguruan tinggi pelaksana. Untuk itu, diperlukan kemampuan untuk membuat Proposal Kewirausahaan Mahasiswa yang baik agar bisa mendapatkan dukungan finansial bagi usaha baru yang didirikan tersebut.

Jika Anda masih berstatus Mahasiswa dan ingin mencoba atau mengikuti PMW maka syarat mutlaknya adalah membuat PKM (Proposal Kewirausahaan Mahasiswa) dengan baik dan benar. Berikut adalah struktur PKM secara umum:

HALAMAN MUKA
BIODATA PENGUSUL
DAFTAR ISI
RINGKASAN
BAB I — Pendahuluan
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan
Kegunaan
Luaran
BAB II — Gambaran Umum Rencana Usaha

Kelayakan Usaha
Analisis Pemasaran
Kelangsungan Usaha
Evaluasi
BAB III — Metode Pelaksanaan

BAB IV — Biaya dan Jadwal Kegiatan

Anggaran Biaya
Jadwal Kegiatan
LAMPIRAN
Proposal Kewirausahaan Nasional (PKN)

Selain Program Mahasiswa Wirausaha, untuk meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air, pemerintah juga menggalakkan Gerakan Kewirausahaan Nasional setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang berfokus mengentaskan pengangguran, di tahun 2015 ini Gerakan Wirausaha Nasional yang digalakkan oleh pemerintah, memiliki fokus mendorong pelaku usaha yang ada agar bisa naik kelas.

Menkop mengatakan, apabila pelaku sudah naik kelas maka kesejahteraan mereka bisa meningkat. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi juga mengingkat. Untuk itu, melalui lomba menciptakan proposal usaha, di mana sudah dipersiapkan modal awal hingga maksimal Rp 25 juta bagi proposal yang lolos.

Berikut adalah Struktur Proposal Kewirausahaan yang umumnya digunakan dalam berbagai program termasuk PKN.

BAB I – Pendahuluan

Nama dan Alamat Perusahaan
Nama dan Alamat Penanggungjawab
Informasi Usaha
BAB II – Aspek-aspek Usaha

Uraian Umum Usaha
Latar Belakang Industri
Sejarah dan Latar Belakang Perusahaan
Tujuan dan Potensi
Keunikan Produk atau Pelayanan
BAB III – Aspek Pemasaran

3.1 Penelitian dan Analisis

Target Pasar
Ukuran dan Tren Pasar
Situasi Persaingan
Kalkulasi Pasar
3.2 Rencana Pemasaran

Strategi Pasar (Penjualan dan Distribusi)
Penetapan Harga
Periklanan dan Promosi
BAB IV – Penelitian, Modal, dan Pengembangan

Pengembangan dan Rencana Desain
Hasil-hasil Penelitian Teknologi
Kebutuhan Asisten Penelitian
Struktur Biaya
BAB V – Aspek Pabrik

Pengembangan dan Rencana Desain
Hasil-hasil Penelitian Teknologi
Kebutuhan Asisten Penelitian
Struktur Biaya
BAB VI – Aspek Manajemen

Tim Manajemen
Struktur Legal
Susunan Direktur, Penasihat, Konsultan, dll
BAB VII – Aspek Resiko

Masalah-masalah yang Potensial
Resiko dan Hambatan
Tindakan Alternatif
BAB VIII – Aspek Finansial

8.1 Perkiraan Finansial

Keuntungan dan Kerugian
Arus Kas
Analisis Break Event Point
Biaya
8.2 Sumber-sumber Penggunaan

Rencana Anggaran
Penahanan Finansial
BAB IX – Aspek Jadwal

Penentuan Waktu dan Tujuan
Batas Waktu
Hubungan Peristiwa-peristiwa
BAB X – Apendiks

Surat-surat
Data Penelitian Pasar
Surat-surat Kontrak dan Dokumen Perjanjian Lainnya
Daftar Hara dari Pemasok
Contoh Rencana Anggaran 

Berikut adalah contoh Rencana Anggaran untuk pembuatan usaha warnet yang dapat Anda ambil sebagai referensi untuk usaha Anda sendiri.
Image: www.docstoc.com
IMAGE: WWW.DOCSTOC.COM

Contoh Jadwal Rencana Wirausaha
Image: http://image.slidesharecdn.com/contoh-20proposal-20pkm-20kewirausahaan-140321085639-phpapp01/95/contoh-proposal-pkm-kewirausahaan-10-638.jpg?cb=1395392363
IMAGE: HTTP://IMAGE.SLIDESHARECDN.COM/CONTOH-20PROPOSAL-20PKM-20KEWIRAUSAHAAN-140321085639-PHPAPP01/95/CONTOH-PROPOSAL-PKM-KEWIRAUSAHAAN-10-638.JPG?CB=1395392363



Syarat Proposal yang Efektif

1. Jelas (Clear)

Hal-hal yang harus dipaparkan secara jelas di dalam sebuah proposal, terutama adalah:

Bidang usaha
Status kepemilikan
Surat izin badan usaha yang diperlukan
Bentuk kerjasama yang ditawarkan
Tenaga kerja
Pesaing
Bahan baku
2. Singkat (Concise)

Proposal usaha seharusnya disampaikan secara singkat dan tepat pada sasaran mengingat dunia usaha selalu harus mengikuti perkembangan. Namun penulisan secara singkat tersebut hendaknya tidak melupakan kaidah-kaidah penulisan dan mengurangi kejelasan dan kelengkapan proposal.

3. Lengkap (Complete)

Proposal harus dibuat lengkap dengan informasi pendukung, terutama mengenai pesaing dan peluang pasar karena akan sangat membantu pelaksanaan usaha.

4. Benar (Correct)

Dasar utama dari bisnis adalah kepercayaan. Oleh karena itu kebenaran proposal sangat mempengaruhi nama baik dan kredibilitas penyusunnya. Diharapkan penyusun tidak menyembunyikan informasi-informasi yang dirasa kurang menguntungkan hanya karena ingin meyakinkan dan membuat proposal semenarik mungkin.

5. Tidak Kadaluarsa (Up-to-date)

Dalam penyusunan usaha, keakuratan data pendukung menuntut penggiat usaha untuk mengikuti kekinian perkembangan ilmu dan teknologi yang selalu berkembang, dan membuat proposal usaha sesuai dengan perkembangannya. Bukan hanya sebatas perkembangan ilmu dan teknologi saja, tapi juga perkembangan nilai-nilai yang dianut masyarakat. Perkembangan-perkembangan yang harus diperhatikan itu antara lain:

Harga dan perkembangan pesaing (competitor)
Selera masyarakat (taste of society)
Peraturan pemerintah (government rule)
Daya beli masyarakat (buying power), dan
Perkembangan ilmu dan teknologi (science and technology)
Tips Membuat Proposal Kewirausahaan
Image: Aris (UCEO)
IMAGE: ARIS (UCEO)

Proposal usaha berperan menentukan apakah pihak pemerintah maupun pihak swata mau memberikan atau meminjamkan modal bagi usaha yang akan dijalankan, apakah usaha yang akan dijalankan itu menjanjikan. Untuk itu proposal usaha harus disajikan secara menarik dan benar.

1. Mulai dari Draft Proposal.

Draft proposal akan membantu mempermudah pembuatan proposal yang resmi.

2. Pikirkan Latar Belakang Usahanya. 

Alasan kenapa tertarik untuk membuat suatu produk atau jasa yang akan dijual, untuk memastikan prospek usaha yang akan dijalankan menjanjikan dan belum ada pesaingnya.

3. Hitung Berapa Modal Usaha yang Diperlukan.

Dengan adanya perhitungan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk memulai suatu usaha maka akan diketahui berapa anggaran biaya yang nantinya akan dihabiskan, seperti biaya produksi, biaya sewa, biaya pemasaran, biaya gaji, biaya pemeliharan, dan lain sebagainya.

4. Jelaskan Lebih tentang Produk atau Jasa Anda. 

Dengan menampilkan secara detil gambaran produk atau jasa yang akan dijual, barulah dapat dinilai apakah produk atau jasa tersebut memberikan prospek yang baik bagi bisnis yang dijalankan dan akan menarik pembeli. Gambaran itu meliputi bahan baku pembuatan barang yang dijual, cara penggunaan, dan kegunaan barang tersebut bagi

Sumber: ciputrauceo